Consultant ISO 9001 | Konsultan ISO 14001 | Training ISO/TS 16949 | Konsultant ISO 22000 | HACCP – GMP | Pelatihan ISO OHSAS 18001 – SMK3 | Bisnis Strategy|Marketing Strategy|Bisnis Plann|Hp. 0815 9767636

Beranjak dari niat yang iklas, jujur & professional dalam melayani semua pelanggan tanpa melihat besar kecil perusahaan, SIEN Consultant selalu mampu berperan penting dalam Peningkatkan pertumbuhan bisnis client .

Service kami memberikan konsultasi /training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000, ISO 17025, TS 16949, BISNIS STRATEGIC, BISNIS PLAN, MARKETING STRATEGIC.
Untuk Info hub. :
YOYO SUBAGYO / HP. 0815 9767636

Rate this:

Continue Reading November 18, 2008 at 3:11 am 4 comments

Contractor Safety Management System – CSMS / K3LL

Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja – K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya.  Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem K3 serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3L/ CSMS .  Dokumen CSMS ( Contractor Safety Management System ) merupakan dokumen inti yang ada dalam sistem HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 ) yang biasanya dalam dokumen CSMS / K3LL itu berisi beberapa pertanyaan yang harus di jawab dan disediakan dokumennya oleh perusahaan. Contoh beberapa pertanyaan-dalam dokumen CSMS / K3LL: (more…)

October 28, 2013 at 4:38 am Leave a comment

Sistem Manajemen Optimalisasi Aset Fisik – PAS 55

PAS 55 merupakan sistem Manajemen Optimalisasi Aset Fisik dimana tujuan utama dari system PAS 55 adalah untuk meningkatkan kinerja aset fisik. dalam era globalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat ini banyak perusahaan baik BUMN ataupun swasta berlomba membenahi system manajemen terutama dalam hal system manajemen pengelolaan aset, hal ini dilakukan semata-mata untuk  mewujudkan  perusahaan dengan kinerja excellence di bidang pengelolaan aset. PAS 55 ini merupakan standard dari BSI ( British Standards Institution’s ) untuk pengelolaan aset manajemen agar secara  fisiknya, aset  yang dimiliki dapat terkelola dengan optimal. PAS 55 memberikan petunjuk dan penjelasan serta definesi yang jelas terkait sistem pengelolaan aset yang di tuangkan dalam 28 persyaratan yang obyektive, mulai dari strategi life cycle hingga perawatan dan pemeliharaan sehari-hari. Dengan obyektivitas ini memungkinkan terjadi integrasi pada semua aspek siklus asset, yaitu sejak dari identifikasi kebutuhan untuk desain, akuisisi, konstruksi, komisioning, utilisasi atau operasi, pemeliharaan, modifikasi, refurbishment dan/atau disposal. Pada prinsipnya PAS 55 mengajarkan bagaimana  mengelola aset yang nilai besar dengan cara kerja yang terkoordinasi dan sistematis untuk mendapatkan kinerja terbaik, serta memperhitungkan biaya yang optimal untuk mendapatkan risiko yang seminimal mungkin. Sistem manajemen PAS 55 ini sangat tepat di terapkan diberbagai bidang usaha seperti perusahaan gas, listrik, pengolahan air, jalan raya, transportasi udara, industri kereta api, fasilitas publik, proses, industri manufaktur, pertambangan dll. (more…)

October 28, 2013 at 4:14 am Leave a comment

Energy Management System – ISO 50001 : 2011

Meningkatnya pengunaan energi secara global yang berdampak luas disegala sektor kehidupan, membangun kesadaran semua kalangan akan arti penting sebuah system manajemen energi.   Tak terkecuali lembaga internasional untuk standarisasi atau International Organization for Standardization (ISO) yang peduli akan arti penting energi bagi kehidupan ini, sehingga pada tahun 2011 badan ISO ini mengeluarkan standard untuk system manajemen energy yang tertuang dalam standard ISO 50001 : 2011 – Energy Management System ( ENMs) .Tujuan dari diterbitkannya ISO 50001  ini adalah agar organisasi /  perusahaan untuk menetapkan sistem dan proses yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi , termasuk efisiensi energi , penggunaan dan konsumsi. Penerapan ISO 50001 ini dimaksudkan untuk menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya yang terkait dan biaya energi melalui manajemen energi yang sistematis. ISO 50001 ini berlaku untuk semua jenis dan ukuran organisasi. Keberhasilan pelaksanaan system manajemen energi ISO 50001 ini tergantung pada komitmen dari semua tingkatan dan fungsi organisasi , dan terutama dari manajemen puncak. Dengan Standard ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) organisasi dapat mengembangkan dan menerapkan kebijakan energi , dan menetapkan tujuan , sasaran , dan rencana aksi yang memperhitungkan persyaratan hukum dan informasi yang berkaitan dengan penggunaan energi yang signifikan. Selain itu pula dengan Standar ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) memungkinkan organisasi untuk mencapai komitmen kebijakan ,  mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi.

Sama seperti standard ISO lainnya,  ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) ini didasarkan pada pendekatan Plan – Do – Check – Act ( PDCA ), kerangka perbaikan berkelanjutan dan menggabungkan manajemen energi ke dalam praktek organisasi sehari-hari. Pendekatan PDCA pada ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) dapat diuraikan sebagai berikut : (more…)

October 28, 2013 at 3:47 am Leave a comment

Penerapan SMK3 seuasi PP Nomer 50 Tahun 2012

Konsultan SMK3, Training K3, Consultant OHSAS 18001Globalisasi perdagangan  saat  ini  memberikan  dampak  persaingan sangat ketat dalam segala aspek, salah satunya pada sektor indutri. Meningkatnya daya saing usaha pada sektor industri tentunya mempunyai korelasi yang sangat erat dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, seperti industry bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dsd. Sejalan dengan hal ini maka semua bisnis usaha  yang berdampak bagi pekerjanya wajib mempunyai sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja sebagai jaminan perlindungan Kesehatan dan keselamatan bagi para pekerjanya. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut dengan SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disusun secara terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja  dengan melibatkan unsur manajemen & pekerja dalam  rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja  dan  penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang nyaman, efisien dan produktif. Penerapan keselamatan  dan  kesehatan  kerja  melalui  SMK3  telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman            bagi setiap perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3 pada tahun 2012 kemarin pemerintah mengeluarkan Peraturan yang tertuang dalam PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3.

Tujuan Penerapan  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3 :

  • Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh
  • Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas

Manfaat Penerapan Sistem Manajemen K3

1.  Perlindungan karyawan

Tujuan inti penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 adalah memberi perlindungan kepada pekerja. Bagaimanapun, pekerja adalah asset perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga keselamatannya. Pengaruh positif terbesar yang dapat diraih adalah mengurangi angka kecelakaan kerja.

 2.   Mengurangi biaya

Dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau K3, kita dapat mencegah  terjadinya kecelakaan, kerusakan atau sakit akibat kerja. Dengan demikian kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang ditimbulkan akibat kejadian tesebut.Salah satu biaya yang dapat dikurangi dengan penerapan sistem manajemen K3 adalah biaya premi asuransi.

 3.  Membuat sistem manajemen yang efektif

Salah satu bentuk nyata yang bisa kita lihat dari penerapan  sistem manajemen K3 adalah adanya prosedur  terdokumentasi. Dengan adanya prosedur, maka segala  aktivitas dan kegiatan yang terjadi akan terorganisir, terarah dan berada dalam koridor yang teratur. Rekaman-rekaman  sebagai bukti penerapan sistem disimpan untuk memudahkan pembuktian dan identifikasi akar masalah ketidak sesuaian.

Setiap Perusahaan yang mempekerjakan karyawan/ buruh paling sedikit 100 orang serta mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi maka berdasarkan ketentuan dalam PP No. 50 Tahun 2012 adalah perusahaan WAJIB menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3. Penerapan  SMK3  dilakukan  berdasarkan  kebijakan nasional tentang SMK3 yang meliputi :

-               Penetapan Kebijakan SMK3

-               Perencanaan K3

-               Pelaksanaan Rencana K3

-               Pemantauan & Evaluasi Kinerja K3

-               Peninjauan & Peningkatan kinerja SMK3

Dalam Menetapkan dan menyusun kebijakan SMK3, yang perlu perusahaan minimal lakukan adalah :

1.      Melakukan tinjauan awal K3 diperusahaannya  terlebih dahulu dengan cara :

         –     Mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko

         –     perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih baik

         –     Peninjauan     sebab   akibat   kejadian yang membahayakan

         –    Kompensasi  dan       gangguan serta  hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan keselamatan

         –     penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan

2.      memperhatikan  peningkatan  kinerja  manajemen K3 secara terus-menerus dan memperhatikan pula masukan – masukan dari para pekerja/buruh

Semua kebijakan yang sudah disusun dan ditetapkan wajib untuk di distribusikan ke seluruh departeman terkait dan di distribusikan kepada semua pekerja / buruh yang ada dalam perusahaan, hal ini bertujuan agar semua pekerja paham dan mengerti apa saja kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh manajemen terkait dengan sistem manajemen K3.

July 10, 2013 at 6:45 am Leave a comment

Information security management systems ( ISO 27001 ) — Requirements

Information technology — Security techniques — Information security management systems  ( ISO 27001 ) — Requirements

1    Scope

1.1 General

This International Standard covers all types of organizations (e.g. commercial enterprises, government agencies, non-profit organizations). This International Standard specifies the requirements for  establishing, implementing, operating, monitoring, reviewing, maintaining and improving a documented  ISMS within the context of the organization’s overall business risks. It specifies requirements for the implementation of security controls customized to the needs of individual organizations or parts thereof.

(more…)

April 18, 2013 at 9:15 am Leave a comment

Information security management systems (ISO 27001) – Requirements…..Continued!!

4    Information security management system

4.1 General requirements

The organization shall establish, implement, operate, monitor, review, maintain and improve a documented ISMS within the context of the organization’s overall business activities and the risks it faces. For the purposes of this International Standard the process used is based on the PDCA model shown in Figure 1.

(more…)

April 18, 2013 at 8:55 am Leave a comment

ISMCode ( International safety management code )

logo ISM codeISMCode ( International safety management code ) merupakan suatu standar internasional yang mengatur sistem manajemen keselamatan ( Safety ) dalam pengoperasian kapal termasuk SDM yang menanganinya serta upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan.ISMCode merupakan produk IMO (International Maritime Organization) yang akhirnya diadopsi oleh SOLAS (Safety of Life at Sea ) pada tahun 1994. ISMCode merupakan persyaratan wajib bagi perusahaan pelayaran dan perkapalan karna sebelum suatu perusahaan dan kapalnya beroperasi maka harus mempunyai sertifikasiISMCode terlebih dahulu, tanpa sertifikasi ISMCode maka tidak bisa untuk beroperasi, karna memang ISMCode merupakan license untuk menjadi Ship operator.

(more…)

December 6, 2012 at 9:14 am Leave a comment

Older Posts


Categories

Review http://tentangiso.wordpress.com on alexa.com

supported by

Bookmark and Share

Chat with Marketing :


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.