Consultant ISO 9001 | Konsultan ISO 14001 | Training ISO/TS 16949 | Konsultant ISO 22000 | HACCP – GMP | Pelatihan ISO OHSAS 18001 – SMK3 | Bisnis Strategy|Marketing Strategy|Bisnis Plann|Hp. 0815 9767636

Beranjak dari niat yang iklas, jujur & professional dalam melayani semua pelanggan tanpa melihat besar kecil perusahaan, SIEN Consultant selalu mampu berperan penting dalam Peningkatkan pertumbuhan bisnis client .

Service kami memberikan konsultasi /training ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000, ISO 17025, TS 16949, BISNIS STRATEGIC, BISNIS PLAN, MARKETING STRATEGIC.
Untuk Info hub. :
YOYO SUBAGYO / HP. 0815 9767636

Continue Reading November 18, 2008 at 3:11 am 4 comments

KONSULTAN ISO

Kami Konsultan ISO yang memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK QUARANTEE yang tertuang dalam kontrak kerja:
Bp. Yoyo Subagyo / HP. 08159767636
telp. 021-70619908

December 14, 2011 at 9:24 am Leave a comment

ISO 17025:2005

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di akhir milenium ke-2 ini membawa dampak terhadap tatanan kehidupan dunia pada awal milenium ke-3. Perubahan yang cepat dan mendasar terjadi dalam kehidupan di segala bidang yang menuntut kebebasan interaksi antar kehidupan di dunia tanpa mengenal batas negara. Hal ini meningkatkan persaingan di pasar internasional. Meningkatnya persaingan ini berpengaruh terhadap penetapan standard mutu bagi barang dan jasa. Salah satunya standard mutu laboratorium ISO 17025:2005 . Tuntutan informasi teknis dari setiap produk yang diperdagangkan menuntut laboratorium penguji untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan terhadap hasil uji yang absah.

Audit dan sertifikasi ISO  17025:2005 pada dasarnya sama dengan ISO 9001:2008 tetapi pada   ISO 9001:2008 tidak mengevaluasi kemampuan teknis laboratorium dalam menghasilkan data hasil uji atau kalibrasi yang absah dan dapat dipercaya. Untuk meyakinkan bahwa laboratorium tsb. mempunyai kemampuan teknis dalam menghasilkan data yang akurat dan handal, laboratorium harus menerapkan sistem manajemen mutu laboratorium  ISO 9001:2008. Fokus dari sistem ini adalah dengan memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium dalam OECD (Organization for Economic Cooperation Development) dan GLP (Good Laboratorium Practice) ISO 9001:2008sebagai jaminan mutunya.

Faktor teknis yang perlu diperhatikan antara lain :

  • Sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman
  • Kalibrasi dan perawatan peralatan laboratorium yang tepat
  • Sistem jaminan mutu yang sesuai
  • Teknik pengambilan contoh uji dan metode pengujian yang telah divalidasi
  • Mampu telusur pengukuran dan system kalibrasi ke standard nasional / internasional
  • Sistem dokumentasi dan pelaporan data hasil pengujian
  • Sarana dan lingkungan kerja pengujian

Keuntungan dari penerapan sistem manajemen ISO  17025:2005  adalah :

  • Meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pada laboratorium kalibrasi dan laboratorium pengujian melalui penerapan persyaratan yang berlaku
  • Memudahkan penghapusan hambatan non-pajak perdagangan melalui penerimaan hasil kalibrasi dan hasil uji antar negara
  • Memudahkan kerjasama antar laboratorium dan antar instansi dalam tukar menukar informasi, pengalaman dan harmonisasi standard dan prosedurny

Untuk KONSULTASI & TRAINING ISO bisa menghubungi:

Yoyo Subagyo / Hp. 08159767636

Telp. 021-70619908

http://digg.com/news/business/konsultan_iso_17025

Consultant ISO 9001 | Konsultan ISO 14001 | Training ISO/TS 16949 | Konsultant ISO 22000 | Pelatihan OHSAS 18001 | Consultants SA 8000 | Internat Audit | Konsultasi IT Accounting System | Six Sigma and Balance ScoreCard | dari SIEN Consultant – 021-08159767636

December 14, 2011 at 3:30 am Leave a comment

Membangun Budaya Mutu dengan ISO9001

Membangun mutu tidaklah cukup hanya membuat aturan hitam diatas putih. Karena mutu tidak terletak diatas kertas, dalam manual mutu, dalam prosedur mutu atau dalam instruksi kerjamutu  adalah pada “human” atau manusianya.  mutu ada pada pemikiran, emosi, dan sikap serta kepribadian seluruh personil dari tukang sapu, satpam sampai direktur utama. Semua bertanggung jawab dan memiliki peran penting dalam mewujudkan mutu. Semua harus ikut memikirkan, bertindak dan bersikap positif sesuai dengan “komitment Mutu” yang dicanangkan..!

Dari semua unsure yang diperlukan untuk mewujudkan mutu, sikap adalah landasan yang paling fundamental. Sikap adalah suatu kecendrungan perilaku manusia. Manusia bisa memiliki sikap bertanggungjawab, peduli, responsive, positif, proaktif,, jujur, professional, tetapi juga bisa sebaliknya, sikap masa bodoh. Bertanggung jawab adalah sikap utama dan pertama yang harus dikembangkan ddidalam diri setiap personil perusahaan, karena sikap sikap bertanggung jawab akan menjadi “akar kokoh”untuk mewujudkan komitment mutu.

Sikap bisa merupakan atribut Pribadi yang dibawa dari lingkungan keluarga. Bisa juga dibangun melalui pembinaan/pelatihan, dikondisikan , diikat dalam system dan dipraktekan dengan pengawasan dan keteladanan pimpinan. Bila perilaku itu bisa dipraktekkan  secara konsisten dan konsekwen akhirnya ia akan berubah menjadi suatu kebiasaan. Bila sudah menjadi kebiasaan  ia akan menjadi budaya dan bila sudah menjadi budaya yang kuat, ia akan menjadi karakter perusahaan / organisasi. Mewujudkan mutu dengan karakter akan jauh lebih apresiatif dan efektif karena mutu diciptakan dengan dorongan motivasi intrinsic yang mengandung nilai-nilai idealisme.

lalu bagaimana cara membangun budaya mutu secara konsisten sehingga bisa dilakukan perbaikan yang berkesinambungan sehingga kinerja perusahaan terukur? jawabnya adalah dengan menerapkan sistem manajemen Mutu atau dalam standard Internasional di sebut ISO 9001.

ISO 9001 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas. ISO 9001 menetapkan persyaratan – persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu.  ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar).

Management Systems ISO 9001 Merupakan prosedur terdokumentasi dan praktek – praktek standar untuk manajemen sistem, yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu, dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi.

Manfaat Penerapan ISO 9001 adalah :

• Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
• Jaminan Kualitas Produk dan Proses
• Meningkatkan Produktivitas perusahaan & “market gain”
• Meningkatkan motivasi, moral & kinerja karyawan
• Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan
• Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok
• Meningkatkan cost efficiency & keamanan produk
• Meningkatkan komunikasi internal
• Meningkatkan image positif perusahaan
• Sistem terdokumentasi
• Media untuk Pelatihan dan Pendidikan

ISO 9001 berisi standard / elemen yang memungkinkan organisasi / industry dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan ( Continual Improvement ) pada :

1. Proses yang terkait dengan pelangan
2. Sistem Kepemimpinan / Leadership
3. Manajemen sumber daya
4. Perbaikan dan peningkatan proses
5. Sistem manajemen
6. Sistem perbaikan yang berkesinambungan
7. Pengambilan keputusan yang Factual
8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

Untuk mengetahui lebih detail mengenai ISO 9001 atau butuh Konsultan ISO  9001, Consultant ISO14001, Konsultan ISO22000, Consultant ISO17025, Consultant HSE bisa Hubungi :
Bp.Yoyo Subagyo / Hp. 0815 9767636,

telp. 021- 70619908

http://digg.com/news/business/membangun_budaya_mutu_dengan_iso9001

October 10, 2011 at 3:09 am Leave a comment

Prosedur ISO9001, Klausul ISO9001, Pedoman ISO9001


1. Introduction

Two of the most important objectives in the revision of the ISO 9000 series of standards have been

  • to develop a simplified set of standards that will be equally applicable to small as well as medium and large organizations, and
  • for the amount and detail of documentation required to be more relevant to the desired results of the organization’s process activities.

ISO 9001:2008, Quality management systems – Requirements has achieved these objectives, and the purpose of this additional guidance is to explain the intent of the new standard with specific regard to documentation.

ISO 9001:2008 allows an organization flexibility in the way it chooses to document its quality management system (QMS). This enables each individual organization to develop the minimum amount of documentation needed in order to demonstrate the effective planning, operation and control of its processes and the implementation and continual improvement of the effectiveness of its QMS.

It is stressed thatISO 9001 requires (and always has required) a “Documented quality management system”, and not a “system of documents”.

2 What is a “document”? – Definitions and references

The following are some of the main objectives of an organization’s documentation, independent of whether or not it has implemented a formal QMS;

a) Communication of Information

  • as a tool for information transmission and communication. The type and extent of the documentation will depend on the nature of the organization’s products and processes, the degree of formality of communication systems and the level of communication skills within the organization, and the organizational culture.

b) Evidence of conformity

  • provision of evidence that what was planned, has actually been done.

c) Knowledge sharing

  • to disseminate and preserve the organization’s experiences. A typical example would be a technical specification, which can be used as a base for design and development of a new product.

A list of commonly used terms relating to documentation is presented in Annex A (taken from  ISO 9000:2005). It must be stressed that, according to ISO 9001:2008 clause 4.2 Documentation requirements documents may be in any form or type of medium, and the definition of “document” in ISO 9000:2005 clause 3.7.2 gives the following examples:

  • paper
  • magnetic
  • electronic or optical computer disc
  • photograph
  • master sample

Users are also referred to  ISO/TR 10013:2001, Guidelines for quality management systems documentation for further guidance.

3 ISO 9001:2008 Documentation Requirements

ISO 9001:2008 clause 4.1 General requirements requires an organization to “establish, document, implement, and maintain a quality management system and continually improve its effectiveness in accordance with the requirements of this International Standard”

Clause 4.2.1 General explains that the quality management system documentation shall include:

  • documented statements of a quality policy and quality objectives;
  • a quality manual
  • documented procedures required by this International Standard
  • documents needed by the organization to ensure the effective planning, operation and control of its processes, and
  • records required by this International Standard;

The notes after Clause 4.2 make it clear that where the standard specifically requires a “documented procedure”, the procedure has to be established, documented, implemented and maintained. It also emphasizes that the extent of the QMS documentation may differ from one organization to another due to:

  • the size of organization and type of activities;
  • the complexity of processes and their interactions, and
  • the competence of personnel.

All the documents that form part of the QMS have to be controlled in accordance with clause 4.2.3 of ISO 9001:2008, or, for the particular case of records, according to clause 4.2.4.

4 Guidance on Clause 4.2 of ISO 9001:2008

The following comments are intended to assist users of ISO 9001:2008 in understanding the intent of the general documentation requirements of the International Standard.

a) Documented statements of a quality policy and objectives:

  • Requirements for the quality policy are defined in clause 5.3 of ISO 9001:2008. The documented quality policy has to be controlled according to the requirements of clause 4.2.3.
    Note: Organizations that are revising their quality policy for the first time, or in order to meet the amended requirements inISO 9001:2008, should pay particular attention to clause 4.2.3 (c), (d) and (g).
  • Requirements for quality objectives are defined in clause 5.4.1 of ISO 9001:2008These documented quality objectives are also subject to the document control requirements of clause 4.2.3.

b) Quality Manual:

  • Clause 4.2.2 of ISO 9001:2008 specifies the minimum content for a quality manual. The format and structure of the manual is a decision for each organization, and will depend on the organization’s size, culture and complexity. Some organizations may choose to use the quality manual for other purposes besides that of simply documenting the QMS
  • A small organization may find it appropriate to include the description of its entire QMS within a single manual, including all the documented procedures required by the standard.
  • Large, multi-national organizations may need several manuals at the global, national or regional level, and a more complex hierarchy of documentation.
  • The quality manual is a document that has to be controlled in accordance with the requirements of clause 4.2.3.

c) Documented procedures:

  • ISO 9001:2008 specifically requires the organization to have “documented procedures” for the following six activities:
    4.2.3 Control of documents
    4.2.4 Control of records
    8.2.2 Internal audit
    8.3 Control of nonconforming product
    8.5.2 Corrective action
    8.5.3 Preventive action
  • These documented procedures have to be controlled in accordance with the requirements of clause 4.2.3
  • Some organizations may find it convenient to combine the procedure for several activities into a single documented procedure (for example, corrective action and preventive action). Others may choose to document a given activity by using more than one documented procedure (for example, internal audits). Both are acceptable.
  • Some organizations (particularly larger organizations, or those with more complex processes) may require additional documented procedures (particularly those relating to product realization processes) to implement an effective QMS.
  • Other organizations may require additional procedures, but the size and/or culture of the organization could enable these to be effectively implemented without necessarily being documented. However, in order to demonstrate compliance with ISO 9001:2008, the organization has to be able to provide objective evidence (not necessarily documented) that its QMS has been effectively implemented.

d) Documents needed by the organization to ensure the effective planning, operation and control of its processes:

  • In order for an organization to demonstrate the effective implementation of its QMS, it may be necessary to develop documents other than documented procedures. However, the only documents specifically mentioned in ISO 9001:2008 are:
    - Quality policy (clause 4.2.1.a)
    - Quality objectives (clause 4.2.1.a)
    - Quality manual (clause 4.2.1.b)
  • There are several requirements of  ISO 9001:2008 where an organization could add value to its QMS and demonstrate conformity by the preparation of other documents, even though the standard does not specifically require them. Examples may include:
    - Process maps, process flow charts and/or process descriptions
    - Organization charts
    - Specifications
    - Work and/or test instructions
    - Documents containing internal communications
    - Production schedules
    - Approved supplier lists
    - Test and inspection plans
    - Quality plans
  • All such documents have to be controlled in accordance with the requirements of clause 4.2.3 and/or 4.2.4, as applicable

e) Records:

  • Examples of records specifically required by ISO 9001:2008 are presented in Annex B.
  • Organizations are free to develop other records that may be needed to demonstrate conformity of their processes, products and quality management system.
  • Requirements for the control of records are different from those for other documents, and all records have to be controlled according to those of clause 4.2.4 of ISO 9001:2008.

5 Organizations preparing to implement a QMS

For organizations that are in the process of implementing a QMS, and wish to meet the requirements of ISO 9001:2008, the following comments may be useful.

  • For organizations that are in the process of implementing or have yet to implement a QMS, ISO 9001:2008 emphasizes a process approach. This includes:
    - Identifying the processes necessary for the effective implementation of the quality management system
    - understanding the interactions between these processes.
    - documenting the processes to the extent necessary to assure their effective operation and control. (It may be appropriate to document the processes using process maps. It is emphasized, however, that documented process maps are not a requirement of ISO 9001:2008)
  • These processes include the management, resource, product realization and measurement processes that are relevant to the effective operation of the QMS.
  • Analysis of the processes should be the driving force for defining the amount of documentation needed for the quality management system, taking into account the requirements of ISO 9001:2008. It should not be the documentation that drives the processes.

6 Organizations wishing to adapt an existing QMS

For organizations that currently have a QMS the following comments are intended to assist in understanding the changes to documentation that may be required or facilitated by the transition to ISO 9001:2008

  • An organization with an existing QMS should not need to rewrite all of its documentation in order to meet the requirements of ISO 9001:2008. This is particularly true if an organization has structured its QMS based on the way it effectively operates, using a process approach. In this case, the existing documentation may be adequate and can be simply referenced in the revised quality manual.
  • An organization that has not used a process approach in the past will need to pay particular attention to the definition of its processes, their sequence and interaction.
  • An organization may be able to carry out some simplification and/or consolidation of existing documents, in order to simplify its QMS.

7 Demonstrating conformity with ISO 9001:2008

For organizations wishing to demonstrate conformity with the requirements of ISO 9001:2008 for the purposes of certification/registration, contractual, or other reasons, it is important to remember the need to provide evidence of the effective implementation of the QMS.

  • Organizations may be able to demonstrate conformity without the need for extensive documentation.
  • To claim conformity with ISO 9001:2008, the organization has to be able to provide objective evidence of the effectiveness of its processes and its quality management system. Clause 3.8.1 of ISO 9000:2005 defines “objective evidence” as “data supporting the existence or variety of something” and notes that “objective evidence may be obtained through observation, measurement, test, or other means.”
  • Objective evidence does not necessarily depend on the existence of documented procedures, records or other documents, except where specifically mentioned in ISO 9001:2008. In some cases, (for example, in clause 7.1(d) Planning of product realization, and clause 8.2.4 Monitoring and measurement of product), it is up to the organization to determine what records are necessary in order to provide this objective evidence.
  • Where the organization has no specific internal procedure for a particular activity, and this is not required by the standard, (for example, clause 5.6 Management Review), it is acceptable for this activity to be conducted using as a basis the relevant clause of ISO 9001:2008. In these situations, both internal and external audits may use the text of ISO 9001:2008 for conformity assessment purposes.

Annex A

Terms and Definitions relating to Documents

The following terms and definitions are taken from ISO 9000:2005:

Term ISO 9000:2005 Clause Definition
Document 3.7.2 information and its supporting medium
Procedure 3.4.5 specified way to carry out an activity or a process (Note: Procedures can be documented or not)
Quality Manual 3.7.4 document specifying the quality management system of an organization
Quality Plan 3.7.5 document specifying which procedures and associated resources shall be applied by whom and when to a specific project, product, process or contract
Record 3.7.6 document stating results achieved or providing evidence of activities performed
Specification 3.7.3 document stating requirements

Annex B

Records required by ISO 9001:2008

Clause Record required
5.6.1 Management reviews
6.2.2 e) Education, training, skills and experience
7.1 d) Evidence that the realization processes and resulting product fulfil requirements
7.2.2 Results of the review of requirements related to the product and actions arising from the review
7.3.2 Design and development inputs relating to product requirements
7.3.4 Results of design and development reviews and any necessary actions
7.3.5 Results of design and development verification and any necessary actions
7.3.6 Results of design and development validation and any necessary actions
7.3.7 Results of the review of design and development changes and any necessary actions
7.4.1 Results of supplier evaluations and any necessary actions arising from the evaluations
7.5.2 d) As required by the organization to demonstrate the validation of processes where the resulting output cannot be verified by subsequent monitoring or measurement
7.5.3 The unique identification of the product, where traceability is a requirement
7.5.4 Customer property that is lost, damaged or otherwise found to be unsuitable for use
7.6 a) Basis used for calibration or verification of measuring equipment where no international or national measurement standards exist
7.6 Validity of the previous measuring results when the measuring equipment is found not to conform to requirements
7.6 Results of calibration and verification of measuring equipment
8.2.2 Internal audit results and follow-up actions
8.2.4 Indication of the person(s) authorizing release of product.
8.3 Nature of the product nonconformities and any subsequent actions taken, including concessions obtained
8.5.2 e) Results of corrective action
8.5.3 d) Results of preventiv
http://digg.com/news/business/prosedur_iso9001_klausul_iso9001_pedoman_iso9001

April 15, 2011 at 7:49 am Leave a comment

SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA

Perkembangan indutri mempunyai korelasi dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, seperti industry bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dsd. Sejalan dengan hal ini maka industry – industry yang berdampak bagi pekerjanya harus mengelola lingkungan kerjannya agar dapat menurunkan dampak lingkungan. Sikap kritis dari masyarakat dunia juga mendorong industry yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu system pengelolaan yang aman bagi pekerjannya. Latar belakang inilah yang melandasi pembentukan OHSAS 18001 – K3 oleh Organisasi Internasonal. OHSAS 18001 – K3 di akomodasikan untuk pengendalian operasional proses yang aman bagi pekerja.

Untuk menerapkan system ini dibutuhkan tiga tahapan proses, Sebagai berikut :

1. Tahap Indentifikasi Awal OHSAS 18001 – K3

Analisa / Indentifikasi terhadap tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di organisasi / industry. Mencakup evaluasi proses di organisasi, pemeriksaan terhadap prosedur yang ada, analisa tingkat kecelakaan pada masa lalu dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.

2. Tahap Persiapan dan Implementasi OHSAS 18001 – K3

Tahap ini merupakan tahap persiapan dokumen dan program kerja serta pelaksanaan implementasinya. Pada tahap ini ada beberapa elemen yang harus diperhatikan yaitu :

a.     Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja serta kepemimpinannya

b.     Organisasi, sumberdaya dan training

c.     Pengendalian operasional yang menjadi titik tolak prosedur proses, peraturan kesehatan dan keselamatan kerja dan perijinan di lingkungan kerja.

d.     Tujuan dan target dari kesehatan dan keselamatan kerja

e.     Panduan system kesehatan dan keselamatan kerja dan dokumentasi

f.      Pengendalian operasional yang mencakup pemantauan kesehatan kerja, persiapan proyek, pembelian dan pemasok.

g.     Pemeriksaan dan tindakan pencegahan, investigasi dan tindakan perbaikan

h.     Tindakan darurat

i.      Pengendalian catatan, audit dan tinjauan manajemen.

3. Tahap Penilaian Kinerja Proses OHSAS 18001 – K3

Tahap ini merupakan tahap penilaian terhadap system yang telah diterapkan mencakup penilaian dokumentasi, verifikasi penerapan dan tindakan perbaikan/ pencegahan yang diperlukan.

Keuntungan dari Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan OHSAS 18001 – K3 adalah :

1. Perlingdungan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan

2. Mengurangi resiko kecelakaan

3. Motivasi karyawan lebih tinggi

4. Pengurangan biaya operasi dan biaya kecelakaan kerja

5. Meningkatkan Citra & Image perusahaan

6. Mengurangi Pembayaran asuransi, dll

Untuk Konsultasi OHSAS 18001 – K3 segera hubungi :

Yoyo Subagyo / HP. 0815 9767636

Tep. :  021- 70619908

http://digg.com/news/business/sistem_manajemen_k3_ohsas_18001_hse

December 29, 2010 at 5:27 am Leave a comment

Manfaat ISO 9001

ISO 9001 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen Mutu / kualitas. ISO 9001 menetapkan persyaratan – persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu. ISO 9001 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah produk (barang atau jasa). ISO 9001  hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas. Namun, bagaimanapun juga diharapkan bahwa produk yang dihasilkan dari suatu sistem manajemen kualitas internasional, akan berkualitas baik (standar).

ISO 9001 merupakan sistem penjaminan mutu, yaitu mekanisme standar yang disusun, disepakati, dan diterapkan oleh suatu organisasi dalam menjalankan aktivitas suatu perusahaan. Sistem ISO 9001 secara jelas akan menjelaskan bagaimana perusahaan beroperasi. Bagaimana perkerjaan mengalir dari satu aktifitas ke aktifitas lain. Penanganan pekerjaan mulai dari customer, input ke dalam masing-masing proses, dan output yang dihasilkan dari setiap proses. Parameter-parameter fisik dari hasil pekerjaan, yang menentukan apakah hasil tersebut memenuhi prasayarat kualitas yang telah di tentukan dan disepakati atau belum.

Penerapan & Implementasi ISO 9001 tidak hanya sekedar copy paste prosedur yang ditetapkan, jika perusahaan ingin mendapatkan nilai tambah dari pada system ISO 9001, maka implementasi harus benar – benar dijalankan secara maksimal dan perlu komitmen manajemen yang bagus. oleh karnanya tugas dari pada seorang konsultan ISO 9001 tidak hanya sekedar bisa menerapkan system ISO 9001 di perusahaan terkait namun seorang konsultan ISO 9001 harus mampu memotivasi & berinovasi ke perusahaan terkait sehingga manfaat ISO 9001 benar – benar bisa di rasakan oleh seluruh karyawan & perusahaan.


Manfaat Penerapan ISO 9001
 adalah :

• Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

• Jaminan Kualitas Produk dan Proses

• Meningkatkan Produktivitas perusahaan & “market gain”

• Meningkatkan motivasi, moral & kinerja karyawan

• Sebagai alat analisa kompetitor perusahaan

• Meningkatkan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

• Meningkatkan cost efficiency & keamanan produk

• Meningkatkan komunikasi internal

• Meningkatkan image positif perusahaan

• Sistem terdokumentasi

• Media untuk Pelatihan dan Pendidikan

ISO 9001 berisi standard / elemen yang memungkinkan organisasi / industry dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan ( Continual Improvement ) pada :

1. Proses yang terkait dengan pelangan

2. Sistem Kepemimpinan / Leadership

3. Manajemen sumber daya

4. Perbaikan dan peningkatan proses

5. Sistem manajemen

6. Sistem perbaikan yang berkesinambungan

7. Pengambilan keputusan yang Factual

8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

Untuk mengetahui lebih detail mengenai ISO 9001 bisa Hubungi :
Bp.Yoyo Subagyo / Hp. 0815 9767636, telp. 021- 70619908

http://digg.com/news/business/manfaat_iso_9001

May 29, 2009 at 6:04 am Leave a comment

TIP Memilih / Mencari Jasa Konsultan ISO / Consultant ISO

TIP Memilih / Mencari Konsultan ISO 9001 / Consultant ISO 9001

Bila Perusahaan anda ingin menerapkan System Manajemen ISO baik ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000, ISO 16949 yang bertujuan untuk improvement &  perbaikan kinerja yang berkesinambungan maka anda memerlukan Konsultan ISO / Consultant ISO yang handal dan berpengalaman dibidangnya hal ini sangat diperlukan & sangat bermanfaat untuk perkembangan/ pertumbuhan Bisnis anda. Di Indonesia Banyak sekali Konsultan ISO / Consultant ISO yang menawarkan harga murah, namun anda jangan terkecoh dengan Konsultan ISO / Consultant ISOyang seperti itu, karena akan berakibat sangat fatal bagi perusahaan anda. Kenapa demikian karena Konsultan ISO / Consultant ISO yang memberikan harga murah pasti akan banyak meningalkan PR bagi tim anda, karena mereka akan datang memberikan konsultasi jika pekerjaan yang mereka tinggalkan/tugaskan sudah di selesaikan oleh Tim anda. Memilih Konsultan ISO / Consultant ISO yang  benar adalah Konsultan ISO / Consultant ISO yang memberikan kosultasi & bimbingan tahap demi tahap, dari tahap Pembentukan Tim ISO, Training ISO, Penyusunan & Pengembangan Dokumen ISO, Implementasi ISO, Training Audit ISO, Audit Internal, sampai pendampingan pada saat audit sertifikasi. Hingga anda mendapatkan sertifikat ISO itu sendiri. Di Indonesia Konsultan ISO / Consultant ISO mempunyai metode kerja seperti itu & memberikan Jaminan Kelulusan serta Moneyback Quarantee baru di SIEN Consultants, bahkan semua Konsultan ISO / Consultant ISO dimiliki SIEN Consultant merupakan karyawan tetap dan berpengalaman diberbagai bidang jasa / Industri. Tidak seperti perusahaan Konsultan ISO / Consultant ISO lainnnya yang mengunakan system kontrak /freelance pada tenaga Konsultan ISO / Consultant ISO nya.

Tugas dari pada seorang Konsultan ISO / Consultant ISO bukan hanya membawa perusahaan tersebut mendapatkan sertifikat, namun Konsultan ISO / Consultant ISO harus mempu menset-up system ISO yang mudah dipahami & dimengerti oleh semua karyawan sehingga nyawa dari pada ISO tersebut bisa di ambil oleh semua karyawan dan mereka benar – benar merasakan manfaat dari ISO itu sendiri. Selain itu juga seorang Konsultan ISO / Consultant ISO harus mampu menyatukan Teamwork dari semua departemen yang ada sehingga tidak ada Gap di antara mereka. Ketika perusahaan di bidang jasa Konsultan ISO / Consultant ISO dan mempunyai tenaga Konsultan ISO / Consultant ISO mampu menjalankan tugas & fungsi sebagaimana mestiya maka perusahaan tersebut akan tetap eksis, walaupun perusahaan Konsultan ISO / Consultant ISO lainnya memberikan harga lebih murah, Client – client mereka dijamin tidak akan lari karena sudah mendapatkan kepuasan & memberikan kepercayaan yang tinggi pada perusahaan Konsultan ISO / Consultant ISO tersebut.

Berikut adalah hal-hal mendasar yang perlu anda lakukan untuk dalam memilihKonsultan ISO / Consultant ISO :

1. Carilah Referensi

Anda dapat mencari informasi mengenai Konsultan ISO / Consultant ISO ini melalui  kawan-kawan anda atau rekan bisnis anda, sehingga Kualitas kinerja dari Konsultan ISO / Consultant ISO tidak diragukan lagi. Bahkan informasi mengenai Konsultan ISO / Consultant ISO ini mudah ditemukan di google search engine dengan mengetik “ JASA Konsultan ISO / Consultant ISO. maka anda akan menemukan ribuan jasa Konsultan ISO / Consultant ISO.

2. Carilah melalui direktori-direktori

Biasanya para Konsultan ISO / Consultant ISO yang andal terdaftar pada banyak direktori baik dari directory buku atau secara online. Untuk itu anda perlu meluangkan waktu yang cukup untuk menemukan Konsultan ISO / Consultant ISO yang tepat sesuai yang anda inginkan.

3. Bacalah bagian testimonial/kesaksiannya

Banyak Konsultan ISO / Consultant ISOmemiliki referensi daftar Client dalam situs mereka perusahaan – perusahaan yang telah ditanganinya. Dengan mengacu pada referensi daftar client  maka anda akan memperoleh gambaran yang tepat mengenai pengalaman, kualitas dan bagaimana cara kerja mereka serta keunggulan mereka terutama yang berhubungan dengan layanan terhadap pelanggan.

4. Bicaralah secara langsung

Dengan Bicara atau bahkan datang langsung ke kantor Konsultan ISO / Consultant ISO akan  lebih baik karena anda bisa memastikan perusahaan Konsultan ISO / Consultant ISO tersebut  fiktif atau tidak, Karena tidak di pungkiri sekarang ini banyak perusahaan jasa Konsultan ISO / Consultant ISO yang memiliki kantor Fiktif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu dengan datang & berbicara langsung banyak membantu kita dalam mendapatkan gambaran mengenai ISO itu sendiri.

5. Berapa lama anda mendapatkan respons?

Bila anda mengirimkan sebuah email pertanyaan kepada penyedia layanan jasa Konsultan ISO / Consultant ISO, berapa lama yang anda butuhkan untuk mendapatkan jawaban? Bila anda tidak mendapatkan jawaban apappun dalam waktu 24 jam maka mungkin itu adalah suatu tanda yang kurang baik. Kebanyakan dari Konsultan ISO / Consultant ISOmemang menggunakan email untuk menjawab pertanyaan, namun itu bukanlah suatu kendala untuk menunggu paling lama 24 jam untuk mendapatkan sebuah respons atas email anda.

6. Carilah melalui Google

Anda dapat menggunakan mesin pencari untuk menemukan orang yang anda cari. Dengan mengetikkan kata kunci “ Jasa Konsultan ISO / Consultant ISO” maka anda akan melihat ribuan penyedia jasa Konsultan ISO / Consultant ISO.

7. Pilihlah beberapa Konsultan ISO / Consultant ISO

Anda akan menemukan banyak penyedia jasa di bidang ini yang menawarkan hal yang hampir mirip atau sejenis. Untuk itu anda perlu meluangkan waktu yang lebih banyak untuk menentukan pilihan yang paling tepat untuk usaha anda.

8. Mintalah bukti pekerjaan mereka

Perusahaan apa yang pernah menggunakan jasa Konsultan ISO / Consultant ISO mereka? Seberapa bagus posisi dari hasil pekerjaan mereka di mesin pencari Google? Anda dapat membuktikannya dengan melihatnya secara langsung.

9. Bagaimana dengan etika kerja mereka?

Bekerja sama dengan jasa Konsultan ISO / Consultant ISOyang diutamakan adalah Kehandalan, Kecepatan tanggap, Jaminan & Empati,

10. Pikirkan kembali tentang apa yang anda rasakan

Dengan beberapa pertimbangan tersebut di atas, bagaimana perasaan anda untuk bekerja sama dengan Konsultan ISO / Consultant ISO? Anda perlu mengetahuinya secara jelas mengenai cara kerja & metode yang dimiliki Konsultan ISO / Consultant ISO tersebut, karena layanan Konsultan ISO / Consultant ISO mempengaruhi baik/buruknya kinerja perusahaan dan sangat erat hubungannya dengan perkembangan bisnis anda. Bila perusahaan  anda membutuhkan Konsultan ISO / Consultant ISO pastikanlah bahwa anda bekerjasama dengan ahlinya.

Untuk mendapatkan Konsultan ISO / Consultant ISO yang handal, terpercaya, Berpengalaman dengan  GARANSI JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK QUARANTEE serta memberikan KONSULTASI GRATIS setelah sertifikasi selamanya, selama perusahaan menerapkan System ISO terkait maka

Segera hubungi :

Bp. Yoyo Subagyo / HP. 08159767636

Telp. : 021- 70619908

http://digg.com/news/business/tip_memilih_mencari_jasa_konsultan_iso_consultant_iso

May 6, 2009 at 4:32 am Leave a comment

GMP ( GOOD MANUFACTURING PRACTICES )

Kami Jasa KONSULTAN GMP & HACCP yang memberikan GARANSI Jaminan Kelulusan & Moneyback Quarantee yang tertuang dalam kontrak kerja.

Segera Hub.:
YOYO SUBAGYO/ 08159767636
telp. 021-70619908
Email : yoyosoko@yahoo.com

Continue Reading March 30, 2009 at 8:33 am Leave a comment

ISO/TS 16949

Kami Jasa KONSULTAN ISO/TS 16949 yang memberikan GARANSI Jaminan Kelulusan & Moneyback Quarantee yang tertuang dalam kontrak kerja.

Segera Hub.:
YOYO SUBAGYO/ 08159767636
telp. 021-70619908
Email : yoyosoko@yahoo.com

Continue Reading March 30, 2009 at 8:28 am 1 comment

ISO 9001 ( SISTEM MANAJEMEN MUTU)

Kami Jasa KONSULTAN ISO 9001, CONSULTANT ISO 14001, KONSULTAN OHSAS 18001, CONSULTANT ISO 22000, KONSULTAN ISO 17025 yang memberikan GARANSI Jaminan Kelulusan & Moneyback Quarantee yang tertuang dalam kontrak kerja.

Segera Hub.:
YOYO SUBAGYO/ 08159767636
telp. 021-70619908

Continue Reading March 30, 2009 at 8:20 am 2 comments

Older Posts


 

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

supported by

Bookmark and Share

Chat with Marketing :


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.