Consultant ISO 9001 | Konsultan ISO 14001 | Training ISO/TS 16949 | Konsultant ISO 22000 | HACCP – GMP | Pelatihan ISO OHSAS 18001 – SMK3 | Bisnis Strategy|Marketing Strategy|Bisnis Plann|Hp. 0815 9767636

Kami Perusahaan Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan OHSAS 18001Consultant ISO 22000Konsultan ISO 17025, Consultant ISO/TS 16949, Consultant ISO 26000, Konsultan ISO 27000, Konsultan Manajemen Mutu, Consultant Quality, KonsultanK3, Jasa Konsultan ISO pertama & satu – satunya yang memberikan GARANSI JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK QUARANTEE yang tertuang dalam kontrak kerja serta memberikan konsultasi gratis setelah sertifikasi selama perusahaan menerapkan system terkait.

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di jasa Konsultan ISO/Consultant ISO kami dipercaya lebih dari 200 perusahaan Lokal/Asing untuk Konsultasi Implementasi ISO / Training ISO.

Dengan memakai sistem konsultasi yang cepat, tepat, efektif, efisien dan bermutu serta biaya yang sangat terjangkau dan didukung tenaga Konsultan / Consultant yang berpengalaman banyak clien-clien kami selalu PUAS & selalu merekomendasikan SIEN Consultant kepada mitra kerja mereka, karna Kami bukan hanya Consultant ISO / konsultan ISO tapi juga Konsultan/Consultant Bisnis Strategi.

Apabila bapak / ibu membutuhkan Perusahaan Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan OHSAS 18001Consultant ISO 22000Konsultan ISO 17025, Consultant ISO/TS 16949, Consultant ISO 26000, Konsultan ISO 27000, Konsultan Manajemen Mutu, Consultant Quality, KonsultanK3 jangan segan hubungi kami :

YOYO SUBAGYO/ Hp. 0815 9767636,

===================================================================================

Service Kami antara lain :

A. SYSTEM MANAGEMENT CONSULTING :

1. ISO 9001 ( System Manajemen Mutu )

2. ISO 14001 ( System Manajemen Lingkungan )

3. ISO 17025 ( System Manajemen Mutu Laboratorium )

4. ISO/TS 16949 ( System Manajemen untuk Otomotive )

5. ISO 22000 ( System Manajemen Keamanan Pangan )

6. SA 8000 ( Sistem Manajemen Ketenagakerjaan )

7. OHSAS 18001 ( System Manajemen K3)

8. HACCP & GMP ( Analisa Keamanan Pangan Industri Pangan )

9. 5 S ( Seiri Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke)

10. Balance Scorecard

11. Six Sigma

12. Analyctic Hierarchy Process & Decision Making

13. Assessment Criteria Malcolm Bridge (MBNQA)

14. Audit Internal ISO 14001 : 2004

15. Audit Internal ISO 9001 : 2008

16. Audit Internal OHSAS 18000 (SMK3)

17. Data Envelopment Analysis

18. Electronic for Documentation ISO

19. How To Improve Balridge Score

20. Implementing Balanced Scorecard

21. Penyusunan Application Summary MBNQA

22. Integrasi ISO 9001 & Malcolm Balridge

23. Problem Solving And Decision Making

24. Statistical Quality Control

25. Total Productive Maintenance (TPM)

26. Management Warehouse and Material Effective

B. MARKETING MANAGEMENT

1. Advertising and Media Planning

2. Brand Management

3. Consumer Behaviour

4. Customer Equity Management

5. Customer Satisfaction

6. Customer Service Excellence

7. Handling Customer Complaint

8. How To Measure Customer Satisfaction

9. Introduction to Marketing Concept

10. Marketing Planning

11. Marketing for Non Marketing Officer

12. Promotion Planning

13. Sales Force Management

14. Segmenting, Targeting, And Positioning

15. Strategic Marketing

16. Business Plan

C. HRD MANAGEMENT

1. Achievement Motivation Training

2. Administrasi Kepegawaian

3. Change Management

4. Change Paradigm

5. Community Developoment for Corporate

6. Competency Based Approach to HRD

7. Education and Training Management

8. Filling Management System (Manajemen Kearsipan)

9. How To Be A Good Presenter

10. HRD Strategy

11. HRM Executed

12. Management for Secretary

13. Management Logistic and Logistic Planning

14. Manajemen Kinerja dan Pengembangan Karir

15. Manajemen Penulisan dan Penyajian Laporan yang Efektif

16. Outbond Training

17. Professional Public Relations for Profit Company

18. Professional Secretary

20. Risk Management

21. Sistem Informasi Manajemen SDM

22. Supervisory Leadership

23. Supervisory Management Development

24. Training And Development Program

25. Training Evaluation (Evaluasi Pelatihan)

27. Training for Outbond Trainers

28. Training Need Analysis

29. Training of Trainers (TOT)

30. Training Motivasi, dll

D. FINANCE MANAGEMENT

1. Akuntansi Keuangan untuk Administrasi dan Sekretaris

2. Analisa Laporan Keuangan

3. Auditing Finance

4. Budgeting and Planning

5. Cost Accounting (Akuntansi Biaya)

6. Dasar-dasar Akuntansi dan Penilaian Asset

7. Effective Cost Control Management

8. Financial Management

9. Financial Modelling, Planning and Forecasting

10. Keuangan dan Sistem Informasi

11. Manajemen Akuntansi

12. Manajemen Arus Kas (Cash Flow)

13. Manajemen Keuangan untuk Non Bagian Keuangan

14. Manajemen Perpajakan

15. Pengaturan Budget / Anggaran Perusahaan

16. Perhitungan Perpajakan (PPN) Terbaru

17. Salary And Benefit Administration

18. Tax And General Affair

19. Tax Planning (Lanjutan Manajemen Pajak)

20. Total Cost Reduction

21. Treasury Management

E. INFORMATION SYSTEM AND TECHNOLOGY

1. Accounting Information System

2. Computer And Networking Troubleshooting

3. Computer Application for Filling System

4. Computer Application for Logistic Management

5. Computer Office Automation and Professionalism

6. Database Using Oracle

7. E-Filling for SPT Masa PPn

8. E-Filling Using Microsoft Visual FoxPro

9. HRD Based on Information Technology

10. Komputer Akuntansi

11. Kesekretarisan Modern Berbasis Komputer

12. Lokal Area Network

13. Linux Officer

14. Pengolahan Database

15. Sistem Informasi Berbasis Komputer

F. Value Added

Keuntungan menggunakan Jasa kami adalah :

1. Didukung oleh konsultan yang berpengalaman sebagai praktisi di berbagai industri.

2. Menjamin rahasia klien

3. Mempunyai pengalaman dalam proyek crash program (short schedule) dan proyek recovery / pembenahan

4. Satu-satunya Jasa konsultan di Indonesia yang berani memberikan Garansi jaminan kelulusan dalam bentuk double money back quarantee, bila mengalami ketidaklulusan  maka free konsultasi sampai lulus sertifikasi dan biaya badan sertifikasi diganti oleh kami.

5. Memberikan after sales services / purna jual free of charge, gratis konsultasi setelah sertifikasi selama perusahaan menerapkan system terkait melalui e-consulting.

6. Mempunyai program kerja yang jelas, sistematis dan cepat.

Informasi lebih lanjut hubungi :

YOYO SUBAGYO / HP. 0815 9767636

Email: yoyosoko@yahoo.com

Contractor Safety Management System – CSMS | Konsultan dokumen K3LL | CSMS

Konsultan CSMS. Consultant K3LL, HSEBanyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap lingkungan serta kesehatan dan keselamatan pekerjanya, oleh karnanya di butuhkan manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja – K3  sehingga ada jaminan bagi para pekerjanya.  Hal inilah yang menjadi alasan mengapa perusahaan besar terutama OIL&GAS mewajibkan semua mitranya minimal harus mengimplementasikan sistem K3 serta untuk bisa mengikuti tender syarat utamanya perusahaan wajib memiliki dokumen K3L/ CSMS .  Dokumen CSMS ( Contractor Safety Management System ) merupakan dokumen inti yang ada dalam sistem HSE ( OHSAS 18001 & ISO 14001 ) yang biasanya dalam dokumen CSMS / K3LL itu berisi beberapa pertanyaan yang harus di jawab dan disediakan dokumennya oleh perusahaan. Contoh beberapa pertanyaan-dalam dokumen CSMS / K3LL : Continue reading “Contractor Safety Management System – CSMS | Konsultan dokumen K3LL | CSMS”

Sistem Manajemen Optimalisasi Aset Fisik – PAS 55 | Konsultan manajemen Aset

PAS 55 merupakan sistem Manajemen Optimalisasi Aset Fisik dimana tujuan utama dari system PAS 55 adalah untuk meningkatkan kinerja aset fisik. dalam era globalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat ini banyak perusahaan baik BUMN ataupun swasta berlomba membenahi system manajemen terutama dalam hal system manajemen pengelolaan aset, hal ini dilakukan semata-mata untuk  mewujudkan  perusahaan dengan kinerja excellence di bidang pengelolaan aset. PAS 55 ini merupakan standard dari BSI ( British Standards Institution’s ) untuk pengelolaan aset manajemen agar secara  fisiknya, aset  yang dimiliki dapat terkelola dengan optimal. PAS 55 memberikan petunjuk dan penjelasan serta definesi yang jelas terkait sistem pengelolaan aset yang di tuangkan dalam 28 persyaratan yang obyektive, mulai dari strategi life cycle hingga perawatan dan pemeliharaan sehari-hari. Dengan obyektivitas ini memungkinkan terjadi integrasi pada semua aspek siklus asset, yaitu sejak dari identifikasi kebutuhan untuk desain, akuisisi, konstruksi, komisioning, utilisasi atau operasi, pemeliharaan, modifikasi, refurbishment dan/atau disposal. Pada prinsipnya PAS 55 mengajarkan bagaimana  mengelola aset yang nilai besar dengan cara kerja yang terkoordinasi dan sistematis untuk mendapatkan kinerja terbaik, serta memperhitungkan biaya yang optimal untuk mendapatkan risiko yang seminimal mungkin. Sistem manajemen PAS 55 ini sangat tepat di terapkan diberbagai bidang usaha seperti perusahaan gas, listrik, pengolahan air, jalan raya, transportasi udara, industri kereta api, fasilitas publik, proses, industri manufaktur, pertambangan dll. Continue reading “Sistem Manajemen Optimalisasi Aset Fisik – PAS 55 | Konsultan manajemen Aset”

Energy Management System – ISO 50001 : 2011

Meningkatnya pengunaan energi secara global yang berdampak luas disegala sektor kehidupan, membangun kesadaran semua kalangan akan arti penting sebuah system manajemen energi.   Tak terkecuali lembaga internasional untuk standarisasi atau International Organization for Standardization (ISO) yang peduli akan arti penting energi bagi kehidupan ini, sehingga pada tahun 2011 badan ISO ini mengeluarkan standard untuk system manajemen energy yang tertuang dalam standard ISO 50001 : 2011 – Energy Management System ( ENMs) .Tujuan dari diterbitkannya ISO 50001  ini adalah agar organisasi /  perusahaan untuk menetapkan sistem dan proses yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi , termasuk efisiensi energi , penggunaan dan konsumsi. Penerapan ISO 50001 ini dimaksudkan untuk menghasilkan pengurangan emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya yang terkait dan biaya energi melalui manajemen energi yang sistematis. ISO 50001 ini berlaku untuk semua jenis dan ukuran organisasi. Keberhasilan pelaksanaan system manajemen energi ISO 50001 ini tergantung pada komitmen dari semua tingkatan dan fungsi organisasi , dan terutama dari manajemen puncak. Dengan Standard ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) organisasi dapat mengembangkan dan menerapkan kebijakan energi , dan menetapkan tujuan , sasaran , dan rencana aksi yang memperhitungkan persyaratan hukum dan informasi yang berkaitan dengan penggunaan energi yang signifikan. Selain itu pula dengan Standar ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) memungkinkan organisasi untuk mencapai komitmen kebijakan ,  mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja energi.

Sama seperti standard ISO lainnya,  ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) ini didasarkan pada pendekatan Plan – Do – Check – Act ( PDCA ), kerangka perbaikan berkelanjutan dan menggabungkan manajemen energi ke dalam praktek organisasi sehari-hari. Pendekatan PDCA pada ISO 50001 – Energy Management system ( ENMs ) dapat diuraikan sebagai berikut : Continue reading “Energy Management System – ISO 50001 : 2011”

Penerapan SMK3 sesuai PP Nomer 50 Tahun 2012 | Konsultan K3, Consultant SMK3

Konsultan SMK3, Training K3, Consultant OHSAS 18001Globalisasi perdagangan  saat  ini  memberikan  dampak  persaingan sangat ketat dalam segala aspek, salah satunya pada sektor indutri. Meningkatnya daya saing usaha pada sektor industri tentunya mempunyai korelasi yang sangat erat dengan pekerja, Banyak Industri yang prosesnya berdampak negative terhadap kesehatan dan keselamatan pekerjanya, seperti industry bahan kimia, Jasa Konstruksi, Plastik, Besi baja, dsd. Sejalan dengan hal ini maka semua bisnis usaha  yang berdampak bagi pekerjanya wajib mempunyai sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja sebagai jaminan perlindungan Kesehatan dan keselamatan bagi para pekerjanya. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut dengan SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disusun secara terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja  dengan melibatkan unsur manajemen & pekerja dalam  rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja  dan  penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang nyaman, efisien dan produktif. Penerapan keselamatan  dan  kesehatan  kerja  melalui  SMK3  telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman            bagi setiap perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3 pada tahun 2012 kemarin pemerintah mengeluarkan Peraturan yang tertuang dalam PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3.

Tujuan Penerapan  Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3 :

  • Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
  • Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh
  • Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas

Manfaat Penerapan Sistem Manajemen K3

1.  Perlindungan karyawan

Tujuan inti penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 adalah memberi perlindungan kepada pekerja. Bagaimanapun, pekerja adalah asset perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga keselamatannya. Pengaruh positif terbesar yang dapat diraih adalah mengurangi angka kecelakaan kerja.

 2.   Mengurangi biaya

Dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja atau K3, kita dapat mencegah  terjadinya kecelakaan, kerusakan atau sakit akibat kerja. Dengan demikian kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang ditimbulkan akibat kejadian tesebut.Salah satu biaya yang dapat dikurangi dengan penerapan sistem manajemen K3 adalah biaya premi asuransi.

 3.  Membuat sistem manajemen yang efektif

Salah satu bentuk nyata yang bisa kita lihat dari penerapan  sistem manajemen K3 adalah adanya prosedur  terdokumentasi. Dengan adanya prosedur, maka segala  aktivitas dan kegiatan yang terjadi akan terorganisir, terarah dan berada dalam koridor yang teratur. Rekaman-rekaman  sebagai bukti penerapan sistem disimpan untuk memudahkan pembuktian dan identifikasi akar masalah ketidak sesuaian.

Setiap Perusahaan yang mempekerjakan karyawan/ buruh paling sedikit 100 orang serta mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi maka berdasarkan ketentuan dalam PP No. 50 Tahun 2012 adalah perusahaan WAJIB menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja – SMK3 . Penerapan  SMK3 dilakukan  berdasarkan  kebijakan nasional tentang SMK3 yang meliputi :

–               Penetapan Kebijakan SMK3

–               Perencanaan K3

–               Pelaksanaan Rencana K3

–               Pemantauan & Evaluasi Kinerja K3

–               Peninjauan & Peningkatan kinerja SMK3

Dalam Menetapkan dan menyusun kebijakan SMK3, yang perlu perusahaan minimal lakukan adalah :

1.      Melakukan tinjauan awal K3 diperusahaannya  terlebih dahulu dengan cara :

         –     Mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko

         –     perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih baik

         –     Peninjauan     sebab   akibat   kejadian yang membahayakan

         –    Kompensasi  dan       gangguan serta  hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan keselamatan

         –     penilaian efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan

2.      memperhatikan  peningkatan  kinerja  manajemen K3 secara terus-menerus dan memperhatikan pula masukan – masukan dari para pekerja/buruh

Semua kebijakan yang sudah disusun dan ditetapkan wajib untuk di distribusikan ke seluruh departeman terkait dan di distribusikan kepada semua pekerja / buruh yang ada dalam perusahaan, hal ini bertujuan agar semua pekerja paham dan mengerti apa saja kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh manajemen terkait dengan sistem manajemen K3.

Untuk konsultasi sistem manajemen K3 dengan biaya terjangkau dengan didukung tenaga ahli K3 yang handal dan berpengalaman silahkan hub.langsung ke no, hp. 0815 9767636

Information security management systems ( ISO 27001 ) — Requirements

Information technology — Security techniques — Information security management systems  ( ISO 27001 ) — Requirements

1    Scope

1.1 General

This International Standard covers all types of organizations (e.g. commercial enterprises, government agencies, non-profit organizations). This International Standard specifies the requirements for  establishing, implementing, operating, monitoring, reviewing, maintaining and improving a documented  ISMS within the context of the organization’s overall business risks. It specifies requirements for the implementation of security controls customized to the needs of individual organizations or parts thereof.

Continue reading “Information security management systems ( ISO 27001 ) — Requirements”

Information security management systems (ISO 27001) – Requirements…..Continued!!

4    Information security management system

4.1 General requirements

The organization shall establish, implement, operate, monitor, review, maintain and improve a documented ISMS within the context of the organization’s overall business activities and the risks it faces. For the purposes of this International Standard the process used is based on the PDCA model shown in Figure 1.

Continue reading “Information security management systems (ISO 27001) – Requirements…..Continued!!”

ISMCode ( International safety management code )

logo ISM codeISMCode ( International safety management code ) merupakan suatu standar internasional yang mengatur sistem manajemen keselamatan ( Safety ) dalam pengoperasian kapal termasuk SDM yang menanganinya serta upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran lingkungan.ISMCode merupakan produk IMO (International Maritime Organization) yang akhirnya diadopsi oleh SOLAS (Safety of Life at Sea ) pada tahun 1994. ISMCode merupakan persyaratan wajib bagi perusahaan pelayaran dan perkapalan karna sebelum suatu perusahaan dan kapalnya beroperasi maka harus mempunyai sertifikasiISMCode terlebih dahulu, tanpa sertifikasi ISMCode maka tidak bisa untuk beroperasi, karna memang ISMCode merupakan license untuk menjadi Ship operator.

Continue reading “ISMCode ( International safety management code )”